Diskusi Publik PMII Samarinda, Tolak Penyebaran Hoax, Ujaran Kebencian hingga Money Politik pada Pilgub Kaltim 2024
POSKOTAKALTIMNEWS,SAMARINDA: Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Samarinda menggelar diskusi publik pada Sabtu malam (23/11) di Angkringan Puncak Tebing, Jalan APT Pranoto, Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kaltim. Tema yang diangkat adalah “Menangkal Penyebaran Hoax, Ujaran Kebencian, Money Politik, Politisasi Agama dan Etnis pada Pilgub Kaltim 2024.”
Diskusi kali ini
menghadirkan dua narasumber, Zukhrizal Irbhani dan Muhammad Fajri, M.Pd, dengan
moderator Gabriel Siregar. Dalam acara tersebut, para peserta diajak untuk
bersama-sama menanggulangi isu-isu yang berpotensi merusak integritas dan
kualitas Pilgub, seperti hoax, ujaran kebencian, money politik, dan politisasi
agama serta etnis.
Ketua PC PMII Samarinda,
Taufikuddin, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa tujuan dari diskusi
ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa, terutama kader PMII,
agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif dalam Pilgub.
"Melalui kegiatan
ini, kami berharap para kader PMII dapat menjadi garda terdepan dalam menangkal
penyebaran hoax, ujaran kebencian, money politik, serta politisasi agama dan
etnis dalam Pilgub Kaltim," ungkap Taufikuddin setelah diskusi.
Taufikuddin juga
menambahkan, tahapan Pilgub Kaltim hingga saat ini berjalan lancar dan
kondusif, dan ia optimis proses pencoblosan pada 27 November 2024 akan berjalan
dengan baik.
Narasumber Zukhrizal
Irbhani menyampaikan pentingnya peran mahasiswa dalam memerangi penyebaran
hoax, ujaran kebencian, dan isu-isu lainnya yang dapat memecah belah
masyarakat, khususnya terkait dengan Pilgub. Ia menyoroti bahwa dari berbagai
isu yang ada, money politik menjadi ancaman terbesar dalam proses pemilu.
Senada dengan Zukhrizal,
narasumber Muhammad Fajri, M.Pd, juga mengingatkan agar mahasiswa tetap waspada
terhadap money politik atau politik transaksional yang rawan terjadi di Pilgub.
Di akhir acara, para
mahasiswa yang hadir menyampaikan komitmen untuk mendukung Pilgub Kaltim 2024
yang damai. Mereka sepakat untuk menolak segala bentuk penyebaran hoax, ujaran
kebencian, money politik, serta politisasi agama dan etnis. Mahasiswa juga
menyerukan untuk tidak golput dalam pelaksanaan Pilgub Kaltim.
Selain itu, mereka siap
bersinergi dengan TNI-Polri untuk menjaga kamtibmas saat pelaksanaan Pilgub
Kaltim 2024.(*)